Lestarikan Warisan Leluhur, UKM Kestrakom Gelar Bakti Sosial

Perkembangan IPTEK yang semakin pesat telah memasuki berbagai aspek kehidupan termasuk kesehatan. Tak dapat dipungkiri, pengobatan medis yang modern menjadi pilihan utama kebanyakan masyarakat dan pengobatan tradisional semakin tersisihkan.

Sebagai bentuk upaya melestarikan dunia pengobatan tradisional, mahasiswa Institut Hindu Dharma (IHDN) Denpasar membentuk sebuah wadah yang dinamakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesehatan Tradisional Komplementer (Kestrakom). Ini merupakan suatu terobosan yang menjadi wadah distribusi pengetahuan mengenai dunia pengobatan tradisional.

Bertempat di auditorium IHDN Denpasar Jl. Ratna, UKM Kestrakom menggelar bakti sosial yang bertajuk “Traditional Health for a Better Life” pada jumat (20/12). Ketua panitia, Komang Wahyu Aristya, mengatakan kegiatan ini adalah gelaran yang kedua kalinya.

Wahyu Aristya, Ketua Panitia

“Sebelum dilakukan pengobatan harus ada cek tensi skrining lidah,” ujarnya. Ada beberapa pelayanan kesehatan yang disediakan seperti cek tensi, skrining lidah, pijat mata, dan yang paling diminati adalah ramalan. Selain itu, terdapat berbagai produk obat-obatan herbal yang diproduksi oleh anggota UKM itu.

“Kami sekarang masih merintis dan kedepannya jika peminat semakin banyak, tentu terbuka untuk umum,” kata Wahyu.

Mahasiswi semester III ini menjelaskan, awalnya UKM Kestrakom dibentuk sebagai bentuk aktualisasi diri dari proses pembelajaran pada program studi Yoga dan Kesehatan.

Lebih jauh, Pembina UKM Kestrakom, Sinarsari memaparkan, “Saking pesatnya, teknologi dan segala hal-hal instan telah mengambil alih dan mendominasi segala aspek kehidupan. “Ironisnya tradisi yang telah diturunkan oleh leluhur lintas generasi luntur dan mulai ditinggalkan akibat perkembangan itu,” paparnya.

“Sasaran kami adalah generasi milenial. Selain itu agar tidak melulu bergantung sama dokter dan lebih memahami diri,” lugasnya.

Darma merupakan salah satu pengunjung yang tertarik dengan pengobatan tradisional. ” kegiatannya bagus, apalagi gratis jadi kita yang ngekos bisa cek kesehatan,” pungkasnya.

Kedepannya, Darma juga berharap baksos seperti ini dapat terlaksana secara rutin mengingat eksistensi pengobatan tradisional yang kian terkubur sehingga generasi khususnya milenial tidak lupa akan warisan leluhurnya. (Mira)

Please follow and like us:
error

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)