Helm Hilang Di Basemen, Kemanan Kampus Dipertanyakan

Belakangan ini, kasus kehilangan helm menimpa kalangan mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (IHDN) Denpasar. Betapa tidak, dalam kurun waktu dua minggu belakangan, lima orang mahasiswa melapor kepada petugas keamanan (satpam) kampus lantaran kehilangan helm.

Ironisnya, tempat kehilangan justru di basement kampus. Tempat yang harusnya menjadi tempat teraman untuk memarkir kendaraan malahan jadi sasaran empuk pencuri helm untuk melancarkan aksinya. Terlebih lagi, tempat ini juga sudah diawasi dengan empat buah kamera pengawas atau CCTV.

Ni Luh Widiani, salah satu korban menuturkan kasus kehilangan helm ini menimpanya pada Rabu (27/11) lalu.

“Helm saya hilang di basement, saya kira bakal aman naruh helm di atas spion motor karena disana sudah ada CCTV, yah tahu-tahu sepulang kuliah helm saya sudah tidak ada,” ujarnya ketika diwawancarai Minggu, (8/12).

Mahasiswa ilmu komunikasi semester I itu berharap pengamanan kampus lebih diperketat terutama CCTV di basement.

“Untuk seluruh warga kampus terutama teman-teman mahasiswa, saya harapkan lebih berhati-hati menjaga barang-barangnya terutama helm, lebih baik helmnya kunci di jok motor agar lebih aman”, imbuhnya.

Sementara itu I Wayan Agus Kerta Yasa, salah satu Satpam di IHDN Denpasar mengakui memang benar ada dari beberapa mahasiswa, kurang lebih 5 mahasiswa, melaporkan helmnya hilang, dan semua helm yang hilang merupakan helm yang diletakkan di area basement kampus.

“Iya memang benar ada kasus kehilangan helm, kejadiannya terjadi sekitar satu atau dua minggu yang lalu, kurang lebih lima orang mahasiswa mendatangi post satpam melaporkan helm mereka hilang,” tuturnya.

Pria itu mengatakan rusaknya CCTV di basement membuat pihak keamanan kampus susah mengetahui siapa pelakunya dan tidak lanjut penyelesaiannya karena tidak ada bukti sebagai bahan pelaporan ke pihak yang berwajib.

Karena banyaknya orang yang lalu lalang keluar masuk kampus, membuat pihaknya susah membedakan yang mana mahasiswa dan yang mana orang luar, serta apakah benar helm yang dibawa keluar kampus, merupakan helm miliknya sendiri atau bukan.

“Sejauh ini, kami belum melaporkan ke pihak kepolisian karena tidak ada bukti yang kuat untuk mendasari laporan itu,” kata dia.

“Ya agar kasus helm hilang ini tidak terjadi lagi, saran saya ya sebaiknya helmnya dibawa saja masuk ke kelas agar lebih aman,” tambahnya. (Dewa/Pita)

Please follow and like us:
error

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)