Cerita Dari Telaga Ngebel, Ponorogo




Pagi yang cerah  : Beberapa peserta Mukernas PPMI Nasional ke-XII berfoto di depan Telaga Ngebel, Ponorogo.


Sebuah telaga nan indah yang terletak di kota Ponorogo,jawa timur. Telaga ini sudah sangat memukau ketika kita melihat dari kejauhan,dan sangat nampak cantik ketika kita mendekat. Bentuknya yang mirip dengan Danau Ranu Kumbolo,yang memukau setiap mata yang melihat.

Telaga Ngebel terletak di sebuah desa yang asri,yang jauh dari keramaian perkotaan, membuat saya jatuh hati dan betah untuk tinggal di sana. Menyaksikan banyak momen untuk mendapatkan teman baru, dari berbagai daerah di Nusantara. Para pencari ilmu pengetahuan. Telaga ini menjadi bukti perkenalan saya dengan teman-teman yang belum pernah saya temui sebelumnya, tidak saya kenali sebelumnya, bahkan tidak ada rencana untuk kami bertemu.

Telaga ini berbeda dengan danau-danau biasanya,danau ini membawa suasana yang berbeda. Ketika pagi tiba,hawa sejuk dan dingin dan suasana yang masih sangat asri untuk kita nikmati sembari menyaksikan sinar matahari yang mulai meninggi. Hingga sore menuju malam pun tiba,kita dihadapkan oleh cahaya sunset yang cantik di depan mata, membawa senja perlahan pergi menuju malam. Selamat kemerlap lampu dari desa-desa tetangga menambah kecantikan danau Ngebel ini.



Sore yang indah : suasana Telaga Ngebel saat sore hari, indah dan cocok untuk tempat melewati malam.

Menurut cerita teman-teman baru saya yang merupakan warga asli Ponorogo, konon telaga Ngebel ini memiliki cerita atau legenda unik. Pertanyaan mulai muncul di benak saya saat datang ke danau ini saya melihat Patung ular Naga yang sangat besar,dan saya sempat menanyakan tentang patung itu kepada salah seorang Panitia kegiatan di sana.

Ternyata pemilihan patung ular naga sebagai sorotan utama di Telaga Ngebel karena ular naga berkaitan legenda di telaga terbesar di Ponorogo ini. “Naga itu diberi nama Baru Klinting. Hewan itu sosok yang menjadi cerita rakyat masyarakat Ngebel sehingga sudah sepantasnya ada patung naga ini,” kata salah seorang panitia.

Dia menceritakan legenda atau cerita rakyat yang berkembang di Ngebel tentang keberadaan Telaga Ngebel cukup beragam. Namun, dari banyaknya cerita yang saya dengar, salah satu yang paling banyak diceritakan yaitu Telaga Ngebel muncul karena adanya seorang pemuda bertapa di Gunung Wilis yang bernama Baru Klinting. Pemuda yang merupakan putra raja itu bertapa di Gunung Wilis dalam bentuk ular naga yang ukurannya besar.



Suatu ketika, warga desa di lereng Gunung Wilis hendak berpesta dengan berburu hewan di hutan. Namun, hewan buruan tidak segera didapatkan. Salah seorang warga tanpa sengaja menancapkan belati ke akar pohon dan ternyata akar pohon itu merupakan ekor ular naga yang sedang bertapa.

Cukup berkesan perjalanan saya kali ini,dan cukup menarik untuk saya ceritakan kepada teman-teman bahwa banyak hal yang kita ketahui ketika kita menguak sebuah cerita dan banyak hal yang kita tidak ketahui ketika kita hanya melihat covernya saja.

Please follow and like us:
error

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)